A.
KEPEMIMPINAN
KEPALA SEKOLAH YANG EFEKTIF
Kepemimpinan dalam penerapan manajemen mutu terpadu
memerlukan dua keterampilan yaitu keterampilan memimpin dan keterampilan
mengelola (kepemimpinan dan manajerial). Perilaku kepemimpinan dalam
melaksanakan keterampilan ini memegang peranan yang sangat penting untuk
penerapan manajemen mutu terpadu. Perilaku kepemimpinan yang positif dan
mendukung terhadap penerapan manajemen mutu terpadu dalam organisasinya akan
lebih mencapai keberhasilan dibandingkan perilaku kepemimpinan yang hanya
memerintahkan bawahan dalam menerapkan perilaku manajemen mutu terpadu.
Hasil penelitian Douglas & Hakim (2001),
menemukan bahwa sebagian besar pemimpin yang hanya memberikan pelayanan untuk
peningkatan kualitas tanpa ada perilaku yang mendukung, mengurangi keberhasilan
pelaksanaan hasil manajemen mutu terpasu. Sommer dan Merritt (1994) dan Rad
(2005) juga berpendapat tentang perlunya pemimpin memberikan perhatian terhadap
strategi manajemen mutu terpadu karena secara signifikan perilaku hubungan
kepemimpinan dengan perilaku karyawan memiliki pengaruh terhadap keberhasilan
pelaksanaan manajemen mutu terpadu. Perbedaan perilaku kepemimpinan dan bawahan
dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan manajememen mutu terpadu juga akan
terlihat lebih nyata pada pelaksanaan manajemen mutu terpadu dan kinerja
organisasi dalam sektor jasa seperti sekolah (Al-Swidi, 2011).
Budianto (2011) menjelaskan untuk mencapai
keberhasilan manajemen mutu terpadu, perilaku kepemimpinan dalam dunia
pendidikan (kepala sekolah) harus mencerminkan:
(1) fokus pada pelanggan,
(2) fokus pada
pencegahan masalah,
(3) investasi
sumber daya,
(4) memiliki
strategi mutu,
(5) menyikapi komplain sebagai peluang untuk belajar,
(6)
mendefinisikan mutu pada seluru area organisasi,
(7) memiliki
kebijakan dan rencana mutu,
(8) manajemen
senior memimpin mutu,
(9) proses
perbaikan mutu melibatkan setiap orang,
(10) memiliki fasilitator mutu yang mendorong
kemajuan mutu,
(11) karyawan dianggap memiliki peluang untuk
menciptakan mutu,
(12) kreativitas adalah hal yang penting,
(13) memiliki aturan dan tanggung jawab yang jelas,
(14) memiliki strategi evalusi yang jelas,
(15) melihat mutu sebagai sebuah
cara untuk meningkatkan kepuasan pelanggan
(16) rencana jangka panjang,
(17) mutu dipandang sebagai
bagian dari budaya,
(18) meningkatkan mutu berada dalam garis
strategi imperatif-nya sendiri,
(19) memiliki misi khusus,
(20) memperlakukan kolega sebagai pelanggan.
Sementara itu, Tiong (dalam Usman, 2011: 290)
menemukan dalam penelitiannya tentang karakteristik perilaku kepala sekolah
yang efektif antara lain sebagai berikut.
1. Kepala
sekolah yang adil dan tegas dalam mengambil keputusan
2. Kepala
sekolah yang membagi tugas secara adil kepada guru
3. Kepala
sekolah yang menghargai partisipasi staf
4. Kepala
sekolah yang memahami perasaan guru
5. Kepala
sekolah yang memiliki visi dan berupaya melakukan perubahan
6. Kepala
sekolah yang terampil dan tertib
7. Kepala
sekolah yang berkemampuan dan efisien
8. Kepala
sekolah yang memiliki dedikasi dan rajin
9. Kepala
sekolah yang tulus
10. Kepala
sekolah yang percaya diri
Sedangkan perilaku kepemimpinan yang tidak
efektif antara lain mencerminkan semangat yang rendah, berpandangan sempit,
diktator dan tidak memiliki rasa keterlibatan dalam organisasi.
Jika dikaitkan dengan karakteristik manajemen mutu
terpadu, maka perilaku kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dalam mencapai
keberhasilan penerapan manajemen mutu terpadu berhubungan dengan prinsip utama
manajemen mutu terpadu. Dengan kata lain perilaku kepala sekolah harus
menyesuaikan dengan empat prinsip manajemen mutu terpadu. Penjelasan
masing-masing prinsip dan perilaku kepemimpinan kepala sekolah dijelaskan di
bawah ini.
1.
Kepuasan
pelanggan
Seperti
penjelasan sebelumnya, sekolah memiliki pelanggan internal dan eksternal.
Terhadap pelanggan internal, siswa guru dan staf usaha perilaku kepala sekolah
yang efektif antara lain adil dan tegas dalam mengambil keputusan, memiliki
dedikasi dan rajin, memiliki keterampilan dalam pencegahan masalah,
memiliki strategi mutu dan memiliki strategi evalusi yang jelas. Sedangkan
terhadap pelanggan eksternal perilaku efektif kepala sekolah dapat tercermin
melalui transparansi, pemberi informasi, melihat mutu sebagai sebuah cara
untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, dan menyikapi komplain sebagai peluang untuk
belajar.
2. Respek
terhadap setiap orang
Prinsip
ini melihat setiap orang dalam sekolah sebagai aset dan memiliki potensi.
Sehingga perilaku kepemimpinan yang efektif dalam mencerminkan prinsip ini
adalah fasilitator, menghargai partisipasi staf, memahami perasaan guru, memberikan
dukungan, melibatkan guru dan staf dalam pengambilan keputusan, mengembangkan
dan membimbing potensi, memotivasi dan memberi inpirasi, mendelegasikan tugas,
dan semua masyarakat sekolah dianggap memiliki peluang untuk menciptakan
mutu.
3. Manajemen
berdasarkan fakta
Pada
prinsip ini, perilaku kepemimpinan kepala sekolah yang efektif tertib
administrasi sehingga selalu mengambil keputusan dengan berdasarkan data
organisasi yang jelas, bukan suatu gambaran atau perkiraan. Kepala sekolah juga
merencanakan, mengorganisasi dan melakukan prioritas menggunakan data dan
kondisi sumber daya dalam organisasi.
4. Perbaikan
terus menerus
Dalam
mencapai manajemen mutu, maka perubahan adalah hal yang mutlak dilakukan suatu
organisasi seiring dengan perubahan perilaku pelanggan. Maka perilaku
kepemimpinan kepala sekolah yang efektif mencerminkan pemantauan, visioner,
transformasional, rencana jangka panjang, membangun jaringan kerja dengan
pelanggan eksternal, inovatif, dan kreatif.
===============================================================
Sumber:
http://www.falkhi.com/2013/11/perilaku-kepemimpinan-kepala-sekolah.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar